Di tengah kekacauan itu, massa melemparkan batu, kayu, dan berbagai benda lainnya ke arah aparat. Aksi pelemparan berlangsung di beberapa titik, membuat petugas gabungan harus mengambil langkah lebih keras untuk memecah kerumunan.
Aparat gabungan kemudian menembakkan gas air mata guna membubarkan massa yang terus bergerak. Kepulan asap gas air mata memaksa kerumunan mundur dan berlari menjauh, sebagian besar kembali ke arah Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi titik kumpul utama.
Situasi semakin memburuk ketika massa yang marah membakar sebuah sepeda motor dinas milik anggota TNI yang terparkir di dekat halaman masjid. Motor tersebut terbakar habis. Aksi pembakaran itu menjadi simbol puncak kemarahan massa pada hari yang seharusnya menjadi perayaan perdamaian.
Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Salah seorang korban diketahui mengalami luka di bagian kepala dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti luka yang diderita korban belum dapat dipastikan.
Setelah aparat meninggalkan lokasi, situasi di sekitar masjid berangsur-angsur mulai mereda. Massa masih bertahan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman sambil terus menyuarakan protes atas pelarangan pengibaran bendera bulan bintang yang menjadi pemicu kerusuhan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.