Aksi tiga ton telur gratis di Magetan seharusnya tidak berhenti sebagai konten viral yang lewat sebentar. Itu adalah sinyal dari orang-orang yang sehari-hari bangun pagi untuk memastikan ayam mereka makan, kandang bersih, dan produksi berjalan. Ketika mereka memilih membagikan hasil kerja itu secara gratis karena menjualnya justru merugikan, itu bukan ekspresi kemurahan hati. Itu ekspresi kelelahan.
Kalau alarm ini dibiarkan berlalu begitu saja, siklus yang sudah lama berulang ini akan kembali terulang. Peternak kecil yang tidak kuat bertahan akan menutup kandang. Pasokan berkurang. Harga naik. Lalu semua pihak akan kembali sibuk, seolah masalahnya datang dari langit tanpa tanda.
Padahal tandanya sudah ada. Telurnya bahkan sudah dibagikan gratis di jalan.
Ketahanan pangan bukan hanya soal cukup stok di gudang nasional. Ketahanan pangan dimulai dari peternak yang bisa terus berproduksi karena usahanya masih layak untuk dijalani. Kalau mereka tidak lagi bisa bertahan, semua program gizi nasional yang megah di atas kertas akan kehilangan pasokan yang paling dasarnya.
Sebelum itu terjadi, ada baiknya kita semua, termasuk pengambil kebijakan, mendengarkan apa yang coba disampaikan tiga ton telur itu.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.