JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebuah supertanker milik Iran berhasil menembus pengawasan Angkatan Laut Amerika Serikat dan kini berlayar di perairan Indonesia, membawa lebih dari 1,9 juta barel minyak mentah senilai hampir 220 juta dolar AS atau sekitar Rp3,81 triliun.

Lembaga pemantau pergerakan kapal, TankerTrackers, mengungkapkan temuan ini pada Minggu, 3 Mei. Menurut mereka, kapal supertanker milik Perusahaan Tanker Iran Nasional (NITC) itu berhasil menghindari patroli AL AS dan mencapai kawasan Timur Jauh.

Kapal yang teridentifikasi dengan nama “HUGE” dengan nomor registrasi 9357183 itu terakhir terpantau di pesisir Sri Lanka lebih dari sepekan lalu. Kini, kapal tersebut dilaporkan tengah bergerak melewati Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.

Yang membuat perjalanan kapal ini kian misterius, “HUGE” tidak memancarkan sinyal Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) sejak 20 Maret lalu—tepat saat kapal itu berlabuh dari Selat Malaka menuju Iran. Mematikan sinyal AIS adalah taktik umum yang digunakan kapal-kapal dalam jaringan pengiriman minyak Iran untuk menghindari deteksi dan sanksi internasional.

Supertanker kelas VLCC (Very Large Crude Carrier) seperti “HUGE” mampu mengangkut jutaan barel minyak sekaligus, menjadikannya tulang punggung ekspor energi Iran di tengah tekanan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat. Keberadaannya di perairan Indonesia menambah dimensi baru dalam dinamika geopolitik energi kawasan.