Summarize the post with AI

MADINAH, PUNGGAWANEWS — Gelombang pertama jemaah calon haji Indonesia mulai berdatangan di Kota Madinah, Arab Saudi. Dalam sehari penuh sejak misi haji 1447 Hijriah resmi dibuka pada 22 April 2026, hampir enam ribu orang telah menjejakkan kaki di Tanah Suci—tepatnya 5.997 jemaah yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter), semuanya mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, hingga pukul 22.55 Waktu Arab Saudi.

Para jemaah itu berangkat dari berbagai kota embarkasi di Indonesia: Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar. Keberangkatan yang terpencar dari penjuru nusantara ini mencerminkan betapa luasnya antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Namun di balik euforia keberangkatan, otoritas haji Indonesia segera mengingatkan para tamu Allah itu untuk tidak larut dalam semangat yang berlebihan. Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, meminta seluruh jemaah yang sudah berada di Madinah untuk membatasi mobilitas dan menahan diri dari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.

“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang.”— Yusron B. Ambary, Konsul Jenderal RI di Jeddah

Pesan itu bukan tanpa alasan. Sebagian besar jemaah Indonesia yang berangkat pada musim haji tahun ini adalah warga lanjut usia—kelompok yang secara fisik lebih rentan terhadap kelelahan maupun perubahan iklim yang ekstrem. Yusron menekankan bahwa kondisi tubuh yang prima menjadi modal utama agar jemaah mampu menuntaskan seluruh rangkaian ibadah, termasuk puncaknya yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Peringatan serupa juga datang dari Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman. Ia mengimbau seluruh jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca Madinah yang terik dan berubah-ubah. Jemaah disarankan untuk selalu mengenakan perlengkapan pelindung diri seperti payung, kacamata hitam, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar.

Tak kalah penting, Khalilurrahman mengingatkan pentingnya hidrasi yang konsisten. Jemaah disarankan meminum air putih secara rutin—dua hingga tiga teguk setiap 20 hingga 30 menit—guna mencegah dehidrasi akibat paparan panas. Penggunaan tabir surya dan pelembap bibir juga direkomendasikan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari Arab yang menyengat.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat, kedatangan hampir 6.000 jemaah Indonesia pada hari pertama ini menandai dimulainya fase krusial penyelenggaraan haji tahun ini. Dengan jumlah jemaah yang akan terus bertambah pada hari-hari berikutnya, petugas di lapangan diharapkan terus memantau kondisi kesehatan seluruh peserta demi memastikan kelancaran ibadah hingga selesai.



Follow Widget