RINGKASAN PUNGGAWANEWS

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melepas ratusan jemaah calon haji asal daerahnya dan memberikan kabar gembira mengenai daftar tunggu haji yang kini hanya 11 tahun.
  • Pemerintah Provinsi Maluku Utara menganggarkan Rp1,1 miliar dari APBD untuk uang saku sebesar Rp1,5 juta per orang bagi 768 jemaah haji daerah tersebut.
  • Selain uang saku dari Pemprov, jemaah juga akan menerima living cost dari BPKH sebesar 500 riyal Saudi atau setara Rp3,3 juta.
  • Sekitar 30 persen dari 393 jemaah kloter 13 adalah lansia, sehingga perhatian khusus dari pemerintah provinsi menjadi semakin relevan.
  • Gubernur Sherly Tjoanda berharap seluruh jemaah haji Maluku Utara diberikan kelancaran, kemudahan, dan kesehatan selama menjalankan ibadah serta kembali dalam keadaan sehat walafiat.

Bukan Hanya dari Pemprov

Selain uang saku dari daerah, jemaah juga akan menerima living cost dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 500 riyal Saudi atau setara Rp3,3 juta. Dengan dua sumber dana ini, jemaah diharapkan tidak mengalami kesulitan keuangan selama di Tanah Suci.

Dukungan penuh tampak dari kehadiran gubernur, wakil gubernur, hingga pimpinan dan anggota DPRD Maluku Utara di Makassar. Sherly menegaskan pihaknya ingin memastikan seluruh jemaah mendapat pelayanan terbaik.

30 Persen Jemaah Adalah Lansia

Dari 393 jemaah kloter 13, sekitar 30 persen di antaranya merupakan warga lanjut usia. Fakta ini membuat perhatian khusus dari pemerintah provinsi menjadi semakin relevan dan berarti.

Kabar menggembirakan lain datang dari sisi antrean. Daftar tunggu haji di Maluku Utara tahun ini hanya 11 tahun, turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 tahun. Ini menjadi sinyal positif bagi warga yang masih menunggu giliran berangkat.