dr. Shyrien menyoroti peran nutrisi dalam mendukung fungsi kognitif anak, terutama di usia sekolah antara 7 hingga 12 tahun—masa emas perkembangan otak yang tidak bisa diulang. Pada fase ini, otak anak tengah membangun koneksi saraf dalam jumlah masif, menjadikan asupan gizi sebagai fondasi yang tidak bisa diabaikan.
“Semua eksplorasi bakat itu butuh koneksi saraf yang saling berkomunikasi dan mendukung satu sama lain. Kebutuhan memori dan kognisi yang baik itu kita penuhi lewat nutrisi seperti AHA dan DHA. Keduanya mendukung agar potensi kognitif anak mencapai titik paling optimal,” jelasnya.
AHA dan DHA adalah dua asam lemak esensial yang dikenal luas dalam dunia ilmu gizi sebagai nutrisi penting bagi perkembangan otak. Keduanya tidak diproduksi secara optimal oleh tubuh anak, sehingga harus dipenuhi dari asupan sehari-hari. Kekurangan nutrisi ini bisa berdampak pada kemampuan konsentrasi, daya ingat, bahkan respons emosional anak.
Merespons kebutuhan nyata ini, PT Mayora Indah Tbk menghadirkan Champion—minuman cokelat yang diklaim sebagai produk pertama di Indonesia yang diformulasikan khusus dengan kandungan DHA serta 10 jenis vitamin untuk anak usia sekolah. Produk ini dirancang bukan hanya sebagai minuman yang disukai anak, tetapi juga sebagai pendukung nutrisi otak dalam aktivitas belajar dan eksplorasi bakat sehari-hari.
Haruman Rustandi, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, menyuarakan semangat serupa dengan apa yang disampaikan dr. Shyrien. Baginya, menjadi juara tidak berarti harus menempuh jalan yang sama.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.