Lantas, siapa yang paling bertanggung jawab menemukan dan merawat benih kejeniusan itu? Jawabannya, menurut dr. Shyrien, ada di rumah, bukan di sekolah.

Orang tua memegang peran paling krusial dalam membaca sinyal ketertarikan anak. Bukan dengan cara membanding-bandingkan pencapaian si kecil dengan anak tetangga, melainkan dengan mengamati dengan teliti apa yang membuat mata anak berbinar, apa yang membuat mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa lelah.

“Siapa yang paling tahu soal itu kalau bukan orang tuanya sendiri? Kalau orang tua tidak mau menilai dan mengevaluasi secara cermat, mereka tidak akan pernah tahu harus mendukung anaknya ke arah mana. Pendampingan itu sangat penting,” tegasnya.

Pendampingan yang dimaksud bukan berarti mengontrol setiap langkah anak. Justru sebaliknya—ini soal memberi ruang, memberi kepercayaan, dan hadir secara aktif dalam proses eksplorasi bakat anak, apapun bentuknya.

Namun dukungan emosional dan psikologis saja tidak cukup. Ada dimensi lain yang tak kalah penting dan sering kali luput dari perhatian para orang tua: kesiapan biologis otak anak untuk belajar, berkreasi, dan berfokus secara optimal.



Follow Widget