Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sinjai, H. Haris Achmad, merinci perjalanan program tersebut. Pada 2024, anggaran sebesar Rp31 miliar diarahkan untuk membangun ruas Mangopi–Salohe. Setahun kemudian, giliran ruas Lita–Manimpahoi yang mendapat alokasi Rp19,9 miliar. Dan untuk 2026, program IJD menyasar ruas Jalan Jenderal Sudirman di Kecamatan Sinjai Utara dengan anggaran Rp21,5 miliar.
Proyek Lita–Manimpahoi sendiri didesain sebagai pekerjaan multiyears yang membentang dari 2025 hingga 2026. Pengerjaannya tidak diserahkan ke kontraktor lokal biasa, melainkan langsung ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Makassar menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum. Ini adalah cerminan dari komitmen pemerintah pusat terhadap konektivitas wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal dari sisi aksesibilitas.
“Progres pengerjaannya saat ini sudah mencapai 70 persen,” ujar Haris. Sebuah angka yang memberi harapan bahwa sebelum tahun berganti, jalan ini bisa sepenuhnya dinikmati warga.
Ratnawati tidak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas atensi yang diberikan kepada Sinjai. “Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena Sinjai sudah tiga kali mendapatkan program IJD,” ungkapnya. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut mendorong percepatan pembangunan di daerahnya.
Tiga kali berturut-turut mendapat program IJD bukanlah kebetulan. Ini adalah hasil dari proses pengajuan yang konsisten, perencanaan yang matang dari Dinas PUPR, dan komunikasi yang terjalin antara pemerintah kabupaten dengan pusat. Usulan demi usulan yang diajukan Bupati Sinjai akhirnya membuahkan hasil konkret di lapangan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.