SINJAI, PUNGGAWANEWS – Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar. Namun bagi warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, penantian panjang itu akhirnya berbuah nyata. Program penyediaan air bersih yang dirintis sejak 2014 kini telah tuntas, membawa perubahan besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan berbukti dan berbatu itu.
Kepala Desa Terasa, Nasse, mengakui bahwa perjalanan menuju fasilitas ini tidaklah mulus. Proses panjang menghadang, mulai dari tantangan teknis di lapangan hingga kerumitan administratif yang memakan waktu. Mencari sumber mata air yang cocok dengan karakter wilayah berbatu menjadi salah satu rintangan terbesar yang harus diatasi.
Bagi warga Dusun Tonrong, kehadiran fasilitas air bersih ini bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang selama bertahun-tahun tak terpenuhi. Di musim kemarau, kesulitan mendapatkan air bersih menjadi beban rutin yang menguras tenaga dan waktu, terutama bagi ibu-ibu yang harus menempuh jarak jauh hanya untuk mengambil air.
“Alhamdulillah, warga Dusun Tonrong kini bisa menikmati akses air bersih. Ini merupakan hasil kerja bersama yang telah diperjuangkan sejak beberapa tahun lalu,” ujar Nasse, Rabu, 28 Oktober 2026.
Keberhasilan program ini tidak datang dari satu tangan. Kolaborasi antara Pemerintah Desa Terasa, Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat, dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui berbagai instansi terkait menjadi kunci terwujudnya mimpi warga Dusun Tonrong. Nasse berharap masyarakat turut merawat dan menjaga fasilitas serta jaringan distribusi air bersih itu agar manfaatnya bisa bertahan lama.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, hadir langsung meninjau fasilitas baru tersebut pada Rabu sore. Kunjungan itu bukan hanya bentuk apresiasi, melainkan juga sinyal komitmen pemerintah daerah terhadap pemerataan pembangunan hingga ke pelosok wilayah.
Ratnawati menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih dan infrastruktur jalan, harus menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pembangunan yang adil hanya bisa terwujud jika semua pihak bersedia melepaskan ego sektoral dan bekerja secara sinergis lintas instansi.
“Pemerataan pembangunan, mulai dari wilayah terpencil hingga gugusan kepulauan di Kabupaten Sinjai, harus menjadi perhatian serius. Mari kita hilangkan ego sektoral agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal atau tidak merasakan keadilan pembangunan,” kata Ratnawati.
Di balik semangat pemerataan itu, Ratnawati juga menyoroti sektor pertanian sebagai pilar penting yang tak boleh luput dari perhatian. Infrastruktur irigasi menjadi agenda berikutnya yang tengah disiapkan pemerintah daerah untuk menopang kebutuhan petani di seluruh Kabupaten Sinjai.
Pemkab Sinjai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengusulkan sekitar 52 titik daerah irigasi untuk dioptimalkan melalui Sistem Informasi Usulan Irigasi Kementerian PUPR. Dari jumlah tersebut, sekitar 36 titik lokasi mendapat alokasi rehabilitasi pada Tahap I Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan irigasi nasional.
Ratnawati juga mengingatkan pentingnya peran Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air dalam mengawasi dan merawat jaringan irigasi yang telah dibangun. Tanpa keterlibatan aktif petani, manfaat infrastruktur yang sudah dibangun dengan biaya besar bisa terhenti di tengah jalan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sinjai didampingi Kepala Dinas PUPR Sinjai, Haris Ahmad, dan Kepala Dinas Pertanian Sinjai, H. Kamaruddin. Kehadiran dua kepala dinas sekaligus mencerminkan bahwa agenda pembangunan dasar di Sinjai kini ditangani secara serius dan terkoordinasi.
Selesainya pembangunan air bersih di Dusun Tonrong menjadi bukti bahwa program pemerintah, meski memerlukan waktu panjang, pada akhirnya bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari komitmen lebih besar untuk memastikan seluruh warga Sinjai, di mana pun mereka berada, bisa hidup dengan layak dan bermartabat.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.