Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, hadir langsung meninjau fasilitas baru tersebut pada Rabu sore. Kunjungan itu bukan hanya bentuk apresiasi, melainkan juga sinyal komitmen pemerintah daerah terhadap pemerataan pembangunan hingga ke pelosok wilayah.

Ratnawati menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses air bersih dan infrastruktur jalan, harus menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, pembangunan yang adil hanya bisa terwujud jika semua pihak bersedia melepaskan ego sektoral dan bekerja secara sinergis lintas instansi.

“Pemerataan pembangunan, mulai dari wilayah terpencil hingga gugusan kepulauan di Kabupaten Sinjai, harus menjadi perhatian serius. Mari kita hilangkan ego sektoral agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal atau tidak merasakan keadilan pembangunan,” kata Ratnawati.

Di balik semangat pemerataan itu, Ratnawati juga menyoroti sektor pertanian sebagai pilar penting yang tak boleh luput dari perhatian. Infrastruktur irigasi menjadi agenda berikutnya yang tengah disiapkan pemerintah daerah untuk menopang kebutuhan petani di seluruh Kabupaten Sinjai.

Pemkab Sinjai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang telah mengusulkan sekitar 52 titik daerah irigasi untuk dioptimalkan melalui Sistem Informasi Usulan Irigasi Kementerian PUPR. Dari jumlah tersebut, sekitar 36 titik lokasi mendapat alokasi rehabilitasi pada Tahap I Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan irigasi nasional.



Follow Widget