Kecepatan respons ini bukan kebetulan. Budi menyebut bahwa pengalaman panjang Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 telah memperkuat sistem surveilans penyakit menular secara signifikan, termasuk jaringan kerja sama internasional dalam pertukaran informasi kesehatan.

“Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” ucapnya.

Meski namanya terdengar asing di telinga masyarakat umum, Hantavirus sejatinya bukan ancaman baru di dunia medis. Virus ini ditularkan terutama melalui tikus, baik lewat urine, feses, maupun gigitan hewan pengerat tersebut. Yang membedakan Hantavirus dari virus-virus mematikan lainnya adalah sifatnya yang tidak mudah menular dari manusia ke manusia.

“99 persen penularan Hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,” tegas Budi.