Evaluasi lanjutan diperlukan untuk membedakan antara kerusakan yang bersifat non-struktural—seperti retak ringan pada plester—dengan kerusakan struktural yang dapat mengancam keamanan penghuni. Bangunan yang mengalami kerusakan struktural dinilai tidak layak ditempati hingga ada hasil pemeriksaan resmi dari tim teknis.
Nelly secara khusus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang namun tidak lengah. Kepanikan hanya akan memperburuk situasi, sementara kewaspadaan yang terukur justru bisa menyelamatkan jiwa.
Warga diminta untuk tidak kembali ke bangunan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh otoritas berwenang. Langkah sederhana namun krusial ini sering kali diabaikan di tengah dorongan untuk segera kembali ke rutinitas normal.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar memperbarui informasi hanya dari sumber resmi. Di era media sosial, informasi keliru tentang gempa kerap beredar lebih cepat daripada klarifikasi resmi. Hoaks seputar prediksi gempa besar, misalnya, bisa memicu kepanikan massal yang tidak perlu.
Pemerintah daerah di NTT diminta untuk terus berkoordinasi dengan BMKG dalam memantau perkembangan situasi. Langkah antisipasi, mulai dari penyiapan jalur evakuasi hingga kesiapan pos pengungsian, tetap perlu dijaga hingga aktivitas gempa benar-benar mereda.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.