Dalam pernyataannya kepada awak media, Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP. Sangakala, yang bertugas di lokasi mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami akar persoalan yang memantik konflik berulang ini. Penyelidikan difokuskan pada kronologi penyerangan dan identifikasi para pelaku yang terlibat.
Terkait korban, polisi menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal dari hasil olah tempat kejadian perkara, terdapat satu orang yang diduga terkena serangan benda tajam berupa busur di bagian lengan. Namun, identitas pelaku yang melakukan serangan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Fakta bahwa insiden ini terjadi untuk kedua kalinya di lokasi yang persis sama memunculkan pertanyaan besar soal efektivitas langkah pengamanan yang diterapkan pascakejadian pertama. Aparat mengakui bahwa mereka telah melakukan komunikasi internal untuk merespons situasi ini. Ke depan, polisi berencana menambah frekuensi pengawasan dan melakukan pendekatan kepada warga di kawasan Gang Tamajene secara lebih intensif.
Soal kelompok mana saja yang terlibat, polisi belum memberikan kepastian. Yang dapat dikonfirmasi adalah adanya sekelompok pengendara motor yang datang dari luar wilayah Tamajene dan diduga kuat merupakan pihak yang memulai penyerangan. Apakah motor trail yang terbakar itu milik kelompok penyerang atau justru milik warga yang diserang, polisi pun belum dapat memastikannya.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan geng motor di Kota Makassar. Fenomena ini bukan hal baru di ibu kota Sulawesi Selatan itu, namun kejadian berulang di titik yang sama dalam waktu singkat menjadi sinyal keras bahwa penanganan akar masalah belum berjalan optimal.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.