Pola yang sama sangat terlihat dalam belanja. Awalnya membeli karena kebutuhan, lalu perlahan membeli karena diskon, tren, atau sekadar tergoda melihat orang lain memilikinya. Barang semakin menumpuk, lemari semakin sesak, tetapi rasa senang dari setiap pembelian baru justru semakin singkat. Yang bertambah bukan kepuasan, melainkan daftar barang berikutnya yang ingin dimiliki.
Dalam urusan pencapaian hidup, polanya tidak jauh berbeda. Hari ini ingin punya motor, setelah terbeli langsung memikirkan mobil. Setelah punya rumah, muncul keinginan untuk yang lebih besar. Ketika penghasilan meningkat, standar hidup ikut dinaikkan. Tidak ada yang salah dengan berkembang, tetapi kalau setiap pencapaian langsung digantikan keinginan baru, kita tidak pernah punya kesempatan untuk benar-benar menikmati apa yang sudah berhasil diraih.
Di sinilah rasa cukup menjadi sesuatu yang perlu disadari dan dipilih secara aktif. Rasa cukup bukan berarti semua keinginan sudah terpenuhi — karena kemungkinan besar itu tidak akan pernah terjadi. Selalu ada barang yang lebih bagus, rumah yang lebih besar, tempat liburan yang lebih jauh, dan angka penghasilan yang lebih tinggi. Kalau kebahagiaan menunggu sampai semua keinginan selesai, penungguan itu bisa berlangsung sangat lama.
Soal pekerjaan dan ambisi pun demikian. Bekerja keras dan mengejar kehidupan yang lebih baik tentu bukan sesuatu yang salah — banyak hal dalam hidup memang membutuhkan kerja keras. Namun kerja keras perlu tahu tujuannya, supaya kita tidak terlalu sibuk mengejar sesuatu sampai lupa menikmati alasan mengapa semua itu diperjuangkan sejak awal.
Ada ironi yang sering terjadi: seseorang bekerja keras agar suatu hari punya banyak waktu, tetapi ketika penghasilannya semakin besar justru semakin tidak punya waktu. Target yang awalnya dianggap cukup kemudian dinaikkan lagi. Setelah tercapai, muncul angka berikutnya yang harus dikejar. Kehidupan akhirnya terasa seperti perlombaan dengan garis finis yang selalu dipindahkan beberapa langkah ke depan setiap kali hampir disentuh.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.