“Kami sudah bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, dan mereka siap berpartisipasi,” ujar Akmal. Koordinasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa peringatan kali ini memang dirancang dengan matang, bukan dadakan.
Satu kabar yang turut menambah semangat panitia datang dari kursi bupati. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, disebut memberikan respons positif terhadap rencana kegiatan ini. Akmal bahkan menyampaikan bahwa sang bupati menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung di lapangan Bikeru.
Kehadiran bupati dalam sebuah Persami tentu bukan hal yang bisa dianggap sepele. Ini sinyal kuat bahwa pemerintah daerah Sinjai menaruh perhatian serius pada keberlangsungan Gerakan Pramuka—sebuah organisasi yang kerap dipandang sebelah mata di era modern, namun terbukti mampu mencetak karakter generasi muda yang tangguh.
Kwarcab Gerakan Pramuka Sinjai menaruh harapan besar pada kegiatan ini. Peringatan Hari Pramuka ke-65 diharapkan tidak berhenti sebagai momentum silaturahmi semata, tetapi benar-benar menyalakan kembali semangat kepramukaan yang sempat meredup di tengah perubahan zaman.
Kebersamaan antara peserta didik, pembina, kepala sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat luas menjadi pondasi yang ingin dibangun lebih kokoh lewat dua hari perkemahan ini. Sebuah rangkaian kegiatan yang sederhana di permukaan, namun sarat makna jika dilihat lebih dalam.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.