Tak hanya peserta didik, para kepala sekolah pun secara khusus diundang untuk hadir dan berpartisipasi. Ini bukan undangan basa-basi. Malam itu juga diagendakan sosialisasi kepramukaan khusus bagi para pimpinan sekolah, sebuah langkah yang menandakan keseriusan Kwarcab Sinjai dalam memperkuat ekosistem kepramukaan dari akar institusi pendidikan.

Kehadiran kepala sekolah dalam sebuah perkemahan bukan pemandangan biasa. Namun Akmal rupanya punya alasan strategis di balik undangan itu. Ia memahami bahwa tanpa dukungan nyata dari kepala sekolah, semangat kepramukaan akan sulit subur di lingkungan sekolah masing-masing.

Minggu pagi, 13 September 2026, kegiatan berlanjut dengan nuansa yang berbeda namun tak kalah bermakna. Jalan sehat digelar untuk menggerakkan seluruh peserta sekaligus masyarakat sekitar. Setelah badan segar, kegiatan dilanjutkan dengan donor darah yang diselenggarakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kolaborasi dengan PMI ini bukan sekadar pelengkap agenda. Donor darah adalah bentuk nyata nilai kepramukaan yang paling hakiki: menolong sesama tanpa pamrih. Di sinilah peringatan Hari Pramuka menemukan maknanya yang paling konkret—bukan di atas panggung, melainkan di lengan para pendonor yang tergulung.

Melengkapi hari terakhir perkemahan, Gerakan Pangan Murah turut digelar dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Program ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sebuah pendekatan yang memperlihatkan bahwa Gerakan Pramuka Sinjai tidak ingin berdiri di menara gading seremonial semata.



Follow Widget