Selain itu, petani terdampak akan mendapatkan benih gratis serta alat dan mesin pertanian agar bisa kembali berproduksi sesegera mungkin setelah kondisi darurat berakhir. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan segera bisa kembali mandiri secara ekonomi.

Amran juga mengumumkan program penggantian tanaman perkebunan yang rusak akibat gempa. Kopi, kakao, dan kelapa yang hancur akan diganti dengan bibit baru menggunakan anggaran yang sudah disiapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo, bukan inisiatif sepihak kementerian.

Pengajuan bantuan bagi para petani terdampak pun disederhanakan secara signifikan. Tidak perlu melalui jalur birokrasi yang panjang — cukup menyampaikan kebutuhan kepada penyuluh pertanian lapangan atau PPL setempat, dan proses selanjutnya akan dipercepat dari atas.

“Cukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan,” ujar Amran dengan nada tegas.

Kunjungan Mentan Amran ke NTT mencerminkan pola respons pemerintahan Prabowo terhadap bencana alam: turun langsung, memangkas prosedur, dan memberi kepastian di lapangan. Bagi puluhan ribu pengungsi yang kini hidup di tenda-tenda darurat, kepastian bahwa pangan tersedia dan bantuan datang tanpa hambatan administrasi tentu menjadi kabar yang jauh lebih berarti dari sekadar angka-angka di atas kertas.



Follow Widget