“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim,” tegas Amran di hadapan jajaran pemerintah daerah dan petugas lapangan.
Untuk Kabupaten Manggarai yang menjadi salah satu wilayah paling terdampak, pemerintah menyiapkan alokasi khusus 200 ton beras. Secara keseluruhan, empat kabupaten yang terdampak gempa di NTT akan menerima total bantuan beras sebesar 5.386 ton — perpaduan antara bantuan bencana dan bantuan pangan reguler — dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp75,4 miliar.
Amran juga memastikan seluruh gudang pangan dibuka 24 jam penuh tanpa henti. Kepada bupati dan wakil bupati yang hadir, ia berjanji memenuhi setiap permintaan yang diajukan pemerintah daerah, termasuk kebutuhan 59 ribu orang yang sudah disampaikan sebelumnya, dengan jaminan pemenuhan hingga tiga bulan ke depan dan kesiapan penambahan bila stok tidak mencukupi.
Bantuan yang disalurkan tidak terbatas pada beras. Pemerintah juga mendistribusikan minyak goreng, gula, dan mi instan sebagai pelengkap kebutuhan dapur pengungsi. Sebanyak 35 truk disiapkan untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak, dengan 10 unit di antaranya langsung diarahkan ke lokasi yang dikunjungi Mentan Amran.
Namun pemerintah tampaknya tidak ingin berhenti pada penanganan darurat semata. Amran menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian akan turun tangan memulihkan sektor pertanian yang ikut porak-poranda akibat bencana. Sawah-sawah yang rusak akan diperbaiki, jaringan irigasi tersier yang terputus akan dibenahi, dan seluruh biaya perbaikan ditanggung pemerintah pusat.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.