JAKARTA, PUNGGAWANEWS — Ambisi pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai mustahil terwujud tanpa satu prasyarat mendasar: lahirnya gelombang baru pengusaha kelas menengah yang tangguh dan berdaya saing.
Penilaian itu datang dari Anthony Leong, Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD, yang menegaskan bahwa persoalan struktural pada lapisan wirausaha menengah jauh lebih mengkhawatirkan dibanding isu investasi atau regulasi semata.
“Tekanan terhadap kelas menengah akibat pandemi dan perlambatan ekonomi global sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan UMKM menopang lebih dari 99 persen unit usaha nasional dan menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja, namun yang berhasil naik kelas menjadi usaha menengah dan besar masih sangat terbatas,” kata Anthony dalam keterangannya, Senin, 27 April 2026.
Menurut Anthony, struktur ekonomi yang terlalu bertumpu pada usaha kecil yang stagnan di satu sisi, dan konglomerasi besar di sisi lain, menciptakan kesenjangan yang justru menjadi penghalang pertumbuhan berkualitas. Tanpa lapisan tengah yang kokoh, laju ekspansi ekonomi akan mudah goyah.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.