Layanan fast track kini tersedia di empat bandara embarkasi: Soekarno-Hatta di Tangerang, Adisoemarmo di Solo, Juanda di Surabaya, dan Sultan Hasanuddin di Makassar. Masuknya Bandara Sultan Hasanuddin sebagai titik baru fast track menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan ke kawasan timur Indonesia.

Untuk urusan transportasi udara, pemerintah mengandalkan dua maskapai berpengalaman dalam penerbangan haji, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Sementara di sisi embarkasi, jemaah menjalani serangkaian prosedur sebelum berangkat—mulai dari pemeriksaan kesehatan, penerimaan paspor, uang saku sebesar 750 riyal Arab Saudi, gelang identitas, hingga kartu Nusuk. Akomodasi dan konsumsi juga disiapkan agar kondisi fisik jemaah tetap prima saat hari keberangkatan tiba.

Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, menyimpan dokumen penting dengan aman, dan senantiasa mengikuti arahan petugas demi kelancaran pelaksanaan ibadah.



Follow Widget