Di Madinah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja setempat telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang tersebar di 94 hotel. Adapun PPIH Daerah Kerja Makkah mencatat 165 kloter dengan 63.800 jemaah yang menempati 180 hotel di berbagai titik kota.
Pengawasan hotel dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Pemerintah memastikan standar layanan tetap terjaga, mencakup kebersihan kamar, kelayakan fasilitas, kenyamanan ruang ibadah, hingga akses khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang berkebutuhan khusus.
Dari sisi konsumsi, angkanya terbilang masif. Di Madinah, layanan makanan telah mencapai lebih dari 2,1 juta kotak, sedangkan di Makkah sebanyak 453.115 kotak. Secara keseluruhan, total konsumsi jemaah haji Indonesia telah menyentuh angka 2.782.118 kotak makanan—seluruhnya diawasi ketat dari sisi kualitas, kebersihan, ketepatan waktu, dan kecukupan gizi.
Mobilitas jemaah di Makkah pun ditopang oleh layanan transportasi bus shalawat yang beroperasi di 17 rute dengan total 939 trip. Armada ini secara khusus melayani perjalanan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya, memastikan jemaah dapat bergerak dengan aman dan efisien setiap saat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.