Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya untuk peserta didik, melainkan wajib diberikan kepada seluruh komponen sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, petugas administrasi, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Nanik saat melakukan kunjungan inspeksi bersama Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jakarta Pusat pada Kamis (8/1/2026).
Guru Hanya Mencicipi, Belum Menerima Jatah MBG
Dalam dialog langsung dengan para siswa di ruang kelas, Nanik menanyakan apakah para pendidik telah memperoleh jatah MBG. “Bapak gurunya udah dapat belum?” tanya Nanik kepada siswa.
Seorang guru yang hadir di kelas menjawab dengan jujur bahwa mereka belum menerima jatah. “Enggak, ngetes aja,” ucap guru tersebut, menjelaskan bahwa mereka hanya mencicipi makanan sebagai bentuk kontrol kualitas sebelum disajikan kepada siswa.
Mendengar jawaban tersebut, Wamenkes Benyamin langsung merespons dengan nada tegas. “Loh gurunya harus kebagian dong, tapi semuanya dapat gurunya,” kata Benyamin.
Teguran untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Nanik segera memanggil petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas di sekolah tersebut dan memberikan teguran. Ia mengingatkan bahwa pemberian MBG kepada tenaga pendidik telah diatur secara jelas dalam regulasi.
“Ini gurunya enggak dapat gimana? Itu ada tulisannya, guru dan tenaga kependidikan dapat,” tegas Nanik merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 115 yang mengatur tentang pelaksanaan program MBG.
Wamenkes Benyamin menambahkan bahwa cakupan penerima MBG mencakup seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan sekolah tanpa terkecuali. “Bukan cuma guru aja, yang kerja di sini, tukang bersih-bersihnya juga dapat, jangan hanya muridnya aja dong,” ujar Benyamin menegaskan prinsip keadilan dalam distribusi program.
Nanik kemudian merinci dengan jelas kategori penerima yang berhak mendapatkan MBG. “Yang nyapu, yang di tata usaha, semua dapat,” jelasnya. Benyamin kembali mempertegas, “Semua, satpam pun harus dapat.”
Komitmen Inspeksi Lanjutan dan Peningkatan Kinerja
Tidak hanya memberikan teguran, Nanik juga mendesak petugas SPPG untuk meningkatkan kinerja operasional dapur MBG. “SPPG enggak boleh males, harus ditingkatkan,” kata Nanik dengan nada yang menuntut perbaikan.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan, Nanik berjanji akan melakukan inspeksi mendadak pada hari kerja berikutnya. “Hari Senin saya mau ke sini, ngecek guru dapat apa enggak, harus dapat,” tegasnya sambil meminta para guru untuk melaporkan jika masih belum menerima haknya.
Distribusi MBG Hari Sabtu Masih Bermasalah
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga mempertanyakan mekanisme distribusi MBG untuk hari Sabtu. Pihak SPPG menjelaskan bahwa jatah untuk hari Sabtu telah diberikan pada hari Jumat dalam bentuk makanan siap santap.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih ada siswa yang belum menerima jatah tersebut. “Sejauh ini belum ada sih bu,” ungkap salah seorang siswi saat ditanya langsung oleh Nanik.
Menanggapi hal ini, Nanik kembali menegaskan bahwa hak peserta didik harus dipenuhi tanpa pengecualian. “Ini haknya anak-anak, Sabtu dikasihkan Jumat, yang kering, makanan kering,” tegas Nanik mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pemenuhan hak penerima program MBG.
Kunjungan inspeksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan program MBG berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat kepada seluruh komponen sekolah sebagaimana diamanatkan dalam regulasi.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.