Pernyataan Prabowo di Kebumen ini sejalan dengan visi besar pemerintahannya yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Swasembada bukan lagi impian jangka panjang, melainkan target konkret dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Program BUBK yang menjadi latar acara hari itu juga mencerminkan arah kebijakan tersebut. Budidaya udang berbasis kawasan dirancang untuk memperkuat sektor perikanan dan menjadi bagian dari ekosistem ketahanan protein nasional yang lebih besar.
Capaian swasembada beras dan jagung yang disebut Prabowo bukan tanpa kontroversi di kalangan pengamat. Namun pemerintah konsisten dengan narasi keberhasilan itu sebagai landasan kepercayaan diri untuk mendorong target berikutnya, yakni daging.
Tantangan swasembada daging memang tidak ringan. Kebutuhan bibit unggul, lahan penggembalaan, infrastruktur peternakan, dan rantai distribusi yang efisien menjadi sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam rentang waktu yang Prabowo janjikan.
Namun komitmen yang disampaikan langsung oleh kepala negara di hadapan warga memberikan sinyal bahwa kebijakan pangan akan terus menjadi arus utama agenda pemerintah dalam waktu dekat.
Indonesia, dengan segala potensi lahan dan sumber daya manusia yang dimilikinya, memiliki modal yang cukup untuk menjawab tantangan itu. Yang dibutuhkan kini adalah konsistensi kebijakan, dukungan anggaran, dan eksekusi di lapangan yang tidak kalah tajam dari retorika panggung.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.