JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Narendra Modi menginjakkan kaki di tanah Indonesia dengan sambutan yang tak biasa. Lima pesawat tempur—tiga F-16 dan dua Sukhoi—mengawal pesawat Perdana Menteri India itu saat menembus langit Nusantara, Senin, 6 Juli 2026. Prabowo Subianto sendiri yang berdiri di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menyambut tamunya dengan penuh kehormatan.

Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dan sarat simbol diplomatik. Deretan pasukan jajar kehormatan berdiri tegak, enam dentuman meriam salvo bergema membelah udara Jakarta, dan tarian nusantara menyapa sang tamu agung sebagai cerminan keramahan budaya Indonesia yang tak tertandingi.

Kunjungan tiga hari Modi ke Indonesia ini bukan sekadar lawatan biasa. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu—sebuah pertemuan antara dua pemimpin dari dua negara demokrasi terbesar di Asia yang sedang membangun ulang fondasi kemitraan strategis mereka.

Modi terakhir menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2018—delapan tahun silam. Kini ia kembali, membawa agenda yang jauh lebih padat dan ambisius. Selama di Jakarta, kedua pemimpin dijadwalkan menggelar upacara penyambutan resmi di Istana Kepresidenan, dilanjutkan pertemuan bilateral yang membahas berbagai kerja sama strategis.

Hubungan diplomatik Indonesia dan India sendiri telah terjalin panjang sejak 1951. Lebih dari tujuh dekade persahabatan itu kini tengah memasuki babak baru yang lebih substantif—bukan hanya soal jabat tangan dan foto bersama, tetapi tentang kerja sama nyata yang menyentuh hajat hidup rakyat kedua negara.



Follow Widget