Muhammad Farhan membawa perspektif berbeda sebagai alumni UNPAT yang kini menjabat Wali Kota Bandung. Ia mengaku bukan mahasiswa yang cemerlang secara akademis. Kuliah 15 semester, mengulang hampir setiap mata kuliah, Farhan justru menemukan kekuatannya di organisasi dan jaringan pertemanan.

“Banyak profesor yang terlibat kasus korupsi. Artinya, gelar tidak menjamin integritas,” katanya. “Yang Indonesia butuhkan bukan orang yang paling pintar, tapi orang yang integritasnya sudah teruji.”

Bagi Farhan, integritas berdiri di atas tiga pilar: patut, pantas, patuh. Apakah ini layak diucapkan? Apakah tindakan ini sesuai? Apakah ini mematuhi aturan yang berlaku? Tiga pertanyaan itu, katanya, adalah kompas yang selalu ia pegang saat menghadapi tekanan sebagai kepala daerah.

Dalam sesi tanya jawab, Susi memberikan pesan keras bagi generasi muda yang ingin berkarier: tahan tekanan, mau multitasking, dan jangan cepat pindah kerja. “Yang kita rekrut banyak, yang resign juga banyak. Kebanyakan anak muda sekarang tidak tahan tekanan,” ujarnya jujur. Ia menegaskan, gaji tinggi hanya bisa diraih oleh mereka yang sudah melewati jam terbang panjang—bukan yang terus berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Ketiganya sepakat pada satu hal: kampus bukan sekadar tempat mendapat nilai dan gelar. Kampus adalah tempat membangun fondasi—pengetahuan, jaringan, dan yang paling penting, integritas yang terus-menerus dijaga.



Follow Widget