MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Dari lereng pegunungan Sinjai Barat yang hijau dan sejuk, seorang pemuda kelahiran Manipi kini mengharumkan nama kampung halamannya di ujung timur Nusantara. Letnan Dua Infanteri Muhammad Fatwa Nuraffan, S.Pd. — putra dari pasangan Bapak Musafir, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Amriati — berhasil dipercaya menjadi Komandan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Seram Bagian Barat. Sebuah kehormatan yang menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan tekad tak pernah mengkhianati hasil.
Muhammad Fatwa lahir dan di Manipi, sebuah kawasan di Kecamatan Sinjai Barat yang dikelilingi perbukitan dan lembah subur. Ayahnya adalah seorang pendidik — sosok yang tentu saja menanamkan kecintaan pada ilmu sejak Fatwa masih kecil. Dari keluarga inilah karakter, disiplin, dan semangat pengabdian Fatwa dibentuk dan ditempa.
Jejak pendidikannya dimulai dari SMA Negeri 6 Manipi, sekolah yang berdiri di jantung Kecamatan Sinjai Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi ke Universitas Negeri Makassar (UNM), salah satu perguruan tinggi negeri bergengsi di Sulawesi Selatan, hingga berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan.
Namun sebelum seragam perwira melekat di bahunya, Fatwa terlebih dahulu merasakan kebanggaan yang tidak semua orang bisa rasakan. Ia pernah terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Sinjai — berdiri tegak di bawah tiang bendera, menjaga kesakralan upacara kemerdekaan di hadapan seluruh masyarakat Sinjai.
Pengalaman itu bukan sekadar kenangan. Ia menjadi benih yang subur dalam diri Fatwa — menanamkan rasa hormat pada simbol negara, kecintaan pada tata upacara kebangsaan, dan kesadaran bahwa pengabdian kepada bangsa bisa dilakukan dalam berbagai bentuk.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Fatwa memilih jalan yang penuh tantangan dan kemuliaan: mendaftar sebagai Perwira Karier TNI. Proses seleksi yang ketat dan pendidikan yang berat ia jalani dengan penuh ketekunan. Pada tahun 2025, ia dinyatakan lulus sebagai bagian dari Perwira Karier TNI Angkatan ke-33 — resmi bergabung dalam barisan perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Penugasan pertamanya membawa Fatwa jauh dari kampung halaman. Ia ditempatkan di Batalyon Infanteri Raider Khusus 865/Satria Manewata, di bawah Komando Daerah Militer XV Pattimura yang berpusat di Maluku. Bagi sebagian orang, bertugas jauh dari keluarga di tanah yang asing bisa terasa berat. Namun bagi Fatwa, ini adalah bagian dari konsekuensi pengabdian yang ia pilih dengan sadar dan penuh kebanggaan.
Di sinilah kepercayaan itu datang. Tidak lama setelah bergabung, Letda Inf. Muhammad Fatwa Nuraffan dipercaya menjadi Komandan Paskibra Kabupaten Seram Bagian Barat. Ia memimpin pasukan pengibar bendera dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia — memastikan setiap gerakan presisi, setiap langkah penuh wibawa, dan merah putih berkibar sempurna di langit Maluku.
Ada keindahan yang tersembunyi dalam perjalanan ini. Seorang pemuda yang dulu berdiri sebagai pengibar bendera di kampung halamannya sendiri, kini memimpin para pengibar bendera di kabupaten lain yang jaraknya ribuan kilometer dari Sinjai. Lingkaran pengabdian itu terasa utuh dan bermakna.
Sinjai Barat, tanah kelahiran Fatwa, bukan sekadar hamparan pegunungan biasa. Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Bone di utara, Kabupaten Maros di barat, dan Kabupaten Gowa di selatan. Wilayahnya dikenal sebagai sentra pertanian dan perkebunan kopi lokal yang produktif, sekaligus menyimpan potensi wisata alam yang indah — termasuk Desa Terasa yang diapit bukit-bukit menawan.
Dari tanah yang kaya dan subur itulah Muhammad Fatwa Nuraffan lahir, dibesarkan oleh sepasang orang tua yang mendedikasikan hidupnya pada pendidikan dan keluarga. Ayahnya yang berprofesi sebagai pendidik tentu memahami betul bahwa ilmu dan karakter adalah bekal terbaik yang bisa diberikan kepada seorang anak.
Kini bekal itu telah berbuah. Fatwa bukan hanya menjadi perwira TNI, tetapi menjadi perwira yang dipercaya memimpin — di awal karier, di tanah yang jauh, dengan tanggung jawab yang tidak ringan.
Bagi keluarga besar di Manipi, bagi masyarakat Sinjai Barat, dan bagi almamaternya di SMA Negeri 6 Manipi maupun Universitas Negeri Makassar, perjalanan Letda Fatwa adalah kebanggaan yang layak dirayakan. Ia membuktikan bahwa dari daerah mana pun seseorang berasal, selama tekad membara dan langkah tidak pernah berhenti, pintu pengabdian akan selalu terbuka lebar.
Perjalanan seorang perwira muda memang baru saja dimulai. Masih panjang jalan yang akan ditempuh Letda Inf. Muhammad Fatwa Nuraffan dalam karier militernya. Namun fondasi yang ia bangun — dari Manipi, dari UNM, dari pendidikan perwira, hingga ke Seram Bagian Barat — adalah fondasi yang kokoh untuk masa depan pengabdian yang lebih besar.
Sinjai Barat boleh berdiri tegak dan berbangga. Dari lembahnya yang hijau, dari keluarga seorang pendidik bernama Musafir dan seorang ibu bernama Amriati, telah lahir seorang perwira yang kini mengibarkan nama kampung halaman — setinggi bendera merah putih yang berkibar di langit Maluku.
FAQ
Siapa orang tua Letda Inf. Muhammad Fatwa Nuraffan?
Muhammad Fatwa Nuraffan adalah putra dari pasangan Bapak Musafir, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Amriati, keluarga asal Manipi, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Apa latar belakang pendidikan dan karier militer Letda Fatwa?
Ia merupakan alumni SMA Negeri 6 Manipi dan Universitas Negeri Makassar, lulus sebagai Perwira Karier TNI Angkatan ke-33 tahun 2025, dan kini bertugas di Yonif TP 865/Satria Manewata, Kodam XV Pattimura.
Apa hubungan pengalaman Paskibra Sinjai dengan tugas Letda Fatwa saat ini?
Pengalaman sebagai Paskibra Kabupaten Sinjai menjadi landasan awal yang membentuk kedisiplinan dan kecintaannya pada nilai kebangsaan, yang kini ia wujudkan dengan memimpin Paskibra Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai seorang perwira TNI.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.