“Saya meminta teman-teman Tim Terpadu untuk segera melakukan rapat koordinasi sore ini,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan basa-basi. Di tengah tenggat yang mepet, instruksi untuk langsung rapat di hari yang sama mencerminkan keseriusan — atau setidaknya, urgensi yang tak bisa ditunda.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam rapat tersebut Kepala Dinas Sosial Andi Baso Mangunrawa, Sekretaris DP3AP2KB Sinjai, serta beberapa pejabat terkait lainnya.

Soal stunting sendiri, Indonesia memang belum tuntas berperang. Meski angka nasional terus menunjukkan tren penurunan, banyak kabupaten di wilayah timur Indonesia — termasuk sejumlah daerah di Sulawesi Selatan — masih bergumul dengan prevalensi yang jauh dari target. Bantuan susu semacam ini bisa menjadi intervensi gizi yang berarti, terutama jika distribusinya benar-benar menyentuh kelompok sasaran.

Masalahnya, program bantuan pangan dari pusat kerap tersandung di lapangan: data yang tidak mutakhir, koordinasi antar dinas yang tersendat, atau sasaran yang meleset karena validasi lemah. Itulah mengapa tekanan Bupati Sinjai soal validitas data terasa bukan sekadar formalitas — ini soal apakah susu itu benar-benar akan diminum anak yang kekurangan gizi, atau hanya berpindah tangan ke tempat yang salah.



Follow Widget