Kampanye “Santai” menjadi salah satu yang paling diingat. Bukan karena ide yang terlalu kompleks, tapi justru karena pesannya sederhana dan konsisten: SilverQueen adalah cokelat untuk momen biasa yang menyenangkan. Ketika pesan itu diulang cukup sering, otak konsumen mulai mengasosiasikan brand dengan situasi tersebut secara otomatis.

Pada 2016, Petra Foods resmi berganti nama menjadi Delfi Limited. Di bawah Delfi, portofolio produk berkembang menjadi lebih dari 400 item untuk berbagai segmen dan harga. Di Indonesia, Delfi mengklaim menguasai lebih dari separuh pasar cokelat confectionery. SilverQueen tetap menjadi merek andalannya.

Pasar Delfi kini mencakup Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura, dengan distribusi yang menjangkau negara-negara lain di Asia Tenggara. Pada 2025, perusahaan merayakan 75 tahun perjalanan bisnis cokelat mereka di Indonesia — sebuah tonggak yang tidak banyak brand lokal bisa capai.

Kantor pusat Delfi memang kini berada di Singapura. Nama SilverQueen terdengar seperti merek Eropa. Tapi produk ini dibentuk oleh masalah yang sangat lokal: terik matahari Jawa Barat, keterbatasan bahan baku impor, dan selera konsumen Indonesia yang berbeda dari Eropa.

Dari Garut ke Bandung, dari Bandung ke Singapura, dari Singapura ke bursa saham internasional — SilverQueen bukan sekadar sebatang cokelat. Ia adalah bukti bahwa sebuah produk bisa bertahan lintas generasi bukan karena satu trik pemasaran, tapi karena ia terus memperbaiki dirinya: dalam produksi, distribusi, dan cara berkomunikasi dengan konsumennya.



Follow Widget