SINJAI, PUNGGAWANEWS – Empat hari sebelum bel pertama berbunyi, Pemerintah Kabupaten Sinjai masih berpacu dengan waktu. Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sinjai di Tanassang, Kecamatan Sinjai Utara, dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Juli 2026—dan kondisi lapangan membuktikan bahwa persiapan belum sepenuhnya tuntas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, turun langsung ke lokasi pada Senin, 27 Juli 2026. Ini bukan kunjungan pertamanya. Sekda kembali hadir untuk yang kedua kalinya, memimpin inspeksi bersama jajaran lintas dinas: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala DLHK, Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala Bappeda, Camat Sinjai Utara, hingga kepala sekolah dan sejumlah instansi terkait.
Kehadiran rombongan sebesar itu bukan seremoni. Kunjungan pertama meninggalkan catatan—sejumlah fasilitas dinilai belum layak digunakan. Kunjungan kedua ini adalah upaya memverifikasi sejauh mana catatan itu telah ditindaklanjuti.
Hasilnya: masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Andi Jefrianto mengungkapkan beberapa rekomendasi yang wajib dituntaskan oleh pihak pelaksana, PT Nindya Karya, sebelum tanggal pembukaan tiba. Percepatan penyelesaian kamar mandi menjadi salah satu prioritas. Ventilasi asrama putri perlu dipasang loster agar privasi siswa terjaga. Pagar pembatas juga harus segera dibangun demi keamanan peserta didik dari area konstruksi yang masih aktif beroperasi di sekitar lokasi.
“Ada beberapa catatan yang insya Allah dalam waktu dekat akan dilengkapi oleh pihak pelaksana Nindya Karya, dibantu dengan pengawasan dari kepala sekolah dan instansi terkait Pemda Sinjai,” kata Andi Jefrianto di lokasi.
Meski sejumlah item belum rampung, Sekda memastikan kegiatan belajar mengajar tetap akan dimulai sesuai jadwal dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah siap. Tiga gedung asrama, satu gedung sekolah, dan satu ruang makan akan menjadi tulang punggung operasional pada tahap awal. Bangunan lainnya masih menunggu proses konstruksi selesai dan belum diizinkan untuk digunakan.
Ada penyesuaian khusus yang perlu diketahui publik terkait asrama putri. Karena tidak semua gedung telah rampung, siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sementara waktu akan ditempatkan secara bersama dalam satu asrama. Pemerintah kabupaten menyebut ini sebagai langkah transisi sambil menunggu seluruh fasilitas permanen siap dioperasikan.
Keamanan dan kelayakan fasilitas, menurut Sekda, bukan sekadar formalitas administratif. Pemerintah Kabupaten Sinjai menempatkan aspek tersebut sebagai syarat mutlak sebelum siswa benar-benar diizinkan masuk ke lingkungan sekolah.
“Insya Allah ini akan kami pantau dari hari ke hari sebelum tanggal 31. Kami akan tinjau kembali kelayakannya. Jika seluruh rekomendasi telah dilaksanakan, siswa-siswi Sekolah Rakyat baru boleh masuk,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan gertakan kosong. Inspeksi kedua ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak akan membuka sekolah secara seremonial semata, lalu membiarkan persoalan teknis diselesaikan setelah siswa terlanjur menempati fasilitas yang belum layak.
Sekolah Rakyat Terintegrasi sendiri merupakan bagian dari program nasional yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan. Keberadaan sekolah ini di Sinjai menjadi salah satu titik implementasi program strategis tersebut di Sulawesi Selatan.
Dengan lokasi di Tanassang, Kecamatan Sinjai Utara, sekolah ini dirancang sebagai institusi pendidikan berasrama yang menampung siswa dari berbagai jenjang. Konsep terintegrasi memungkinkan pengelolaan pendidikan dari SD hingga SMA dalam satu kawasan, dengan dukungan fasilitas asrama, ruang belajar, dan fasilitas penunjang lainnya.
Namun konsep sebesar itu butuh infrastruktur yang setara. Dan itulah yang tengah dikejar oleh Pemkab Sinjai dalam hitungan hari terakhir menjelang pembukaan.
Tekanan waktu nyata. Empat hari adalah tenggat yang sangat singkat untuk menyelesaikan konstruksi, memastikan keamanan, sekaligus mempersiapkan seluruh ekosistem sekolah agar siap menyambut siswa. Pihak pelaksana, Nindya Karya, dituntut bekerja cepat di bawah pengawasan ketat kepala sekolah dan dinas-dinas terkait.
Pemkab Sinjai menegaskan bahwa semua catatan dari kunjungan ini bukan sekadar dokumen rapat. Ada mekanisme pemantauan harian yang akan dijalankan hingga tanggal 31 Juli. Artinya, setiap progres—atau ketiadaan progres—akan terlihat dan tercatat.
Ketika sekolah ini akhirnya membuka pintunya nanti, yang diharapkan bukan sekadar seremoni pembukaan. Pemkab ingin memastikan bahwa anak-anak yang masuk ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sinjai benar-benar mendapat lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat—bukan sekadar gedung yang berdiri dengan segala kekurangannya.
FAQ
Kapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sinjai akan mulai beroperasi?
Sekolah dijadwalkan mulai beroperasi dan memulai kegiatan belajar mengajar pada 31 Juli 2026, meskipun sebagian fasilitas masih dalam tahap penyelesaian konstruksi.
Fasilitas apa saja yang sudah siap digunakan saat pembukaan?
Pada tahap awal, fasilitas yang digunakan mencakup tiga gedung asrama, satu gedung sekolah, dan satu ruang makan. Bangunan lainnya masih menunggu penyelesaian dan belum diizinkan untuk dioperasikan.
Apa syarat utama agar siswa diizinkan masuk ke Sekolah Rakyat Sinjai?
Sekretaris Daerah Sinjai menegaskan bahwa seluruh rekomendasi perbaikan fasilitas—termasuk penyelesaian kamar mandi, pemasangan loster pada ventilasi asrama putri, dan pembangunan pagar pembatas—harus tuntas lebih dulu sebelum siswa diperbolehkan masuk.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.