Di lini tenaga pengajar, koordinasi dengan Kementerian Sosial terus berjalan. Pemkab mengantisipasi kemungkinan bertambahnya rombongan belajar yang akan membutuhkan tambahan guru. Langkah antisipatif ini penting agar proses pembelajaran tidak terganggu jika jumlah siswa berkembang melampaui proyeksi awal.
Keberadaan perwakilan Kementerian Sosial dalam rakor tersebut bukan sekadar formalitas. Ini mencerminkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan agenda nasional yang memerlukan sinergi pusat dan daerah secara nyata. Sinjai menjadi salah satu kabupaten yang menunjukkan bahwa kolaborasi vertikal itu bisa berjalan efektif di lapangan.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai jawaban atas kesenjangan akses pendidikan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah banyak daerah. Di Sinjai, program ini menyasar anak-anak dari kelompok masyarakat rentan yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal yang layak. Dengan fasilitas asrama, mereka tidak hanya mendapat ruang belajar—tetapi juga tempat tinggal yang aman dan terstruktur.
Progres 80 persen pembangunan gedung, rakor intensif lintas sektor, jadwal cek kesehatan yang sudah ditetapkan, hingga koordinasi tenaga pengajar yang aktif—semuanya menunjukkan bahwa mesin birokrasi Sinjai sedang berputar penuh menghadapi tenggat yang ketat.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat permanen Sinjai akan resmi beroperasi bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Bagi 230 siswa yang menunggu kepastian itu, ini bukan sekadar perpindahan gedung—ini adalah permulaan dari kesempatan yang selama ini belum pernah mereka miliki.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.