Di sisi teknis, progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso, mengungkapkan bahwa konstruksi di atas lahan seluas 7,5 hektare itu telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan tuntas sepenuhnya sebelum 14 Juli 2026.
Artinya, waktu yang tersisa sangat mepet—tetapi target itu disebut realistis mengingat perkembangan yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Pada tahap awal operasional, pembelajaran akan berlangsung di lima unit bangunan yang sudah siap digunakan. Fasilitas itu mencakup ruang belajar, asrama, kantin, dan tempat ibadah—infrastruktur dasar yang cukup untuk menopang kehidupan akademik dan keseharian para siswa di lingkungan sekolah.
Sebanyak 230 peserta didik dijadwalkan menempati Sekolah Rakyat permanen tersebut. Mereka termasuk siswa angkatan pertama yang telah menjalani proses belajar sejak 2025 di lokasi rintisan. Perpindahan ini akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027—momen yang sekaligus menjadi awal babak baru bagi para siswa.
Pemkab Sinjai tidak hanya fokus pada gedung dan kurikulum. Aspek kesehatan juga masuk dalam radar persiapan. Pada 11 Juli 2026, seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan pengasuh akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari kesiapan menyambut tahun ajaran baru. Langkah ini mencerminkan pendekatan holistik: pendidikan berkualitas harus ditopang oleh kondisi fisik yang prima.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.