PUNGGAWANES, SINJAI Menjelang genap satu tahun menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Ratnawati Arif berbagi cerita perjalanan hidupnya dari seorang birokrat hingga terpilih menjadi orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Ratnawati Arif tercatat sebagai bupati perempuan pertama di Sinjai, sekaligus menjadi bagian dari 43 kepala daerah perempuan yang dilantik secara serentak bersama 481 kepala daerah seluruh Indonesia. Ia merupakan bupati perempuan keempat di Provinsi Sulawesi Selatan, bergabung bersama kepala daerah perempuan di Kota Palopo, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Gowa.

Berbeda dari kebanyakan kepala daerah yang berlatar belakang politisi atau pengusaha, Ratnawati menapaki karier dari bawah sebagai staf Kantor Wilayah Departemen Sosial. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur ketika diminta mencalonkan diri justru saat menjelang masa pensiun.

“Tidak semudah yang saya bayangkan,” ujar Ratnawati. “Dulu saya bagian dari pelaku birokrasi, sekarang saya memimpin dengan jabatan politis. Itu perbedaan yang sangat mendasar.”

Sebagai kepala daerah, ia kini harus menjalankan dua peran sekaligus: sebagai pimpinan birokrasi tertinggi di kabupaten sekaligus pejabat politis yang dituntut berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD.

Di bidang program, Ratnawati menegaskan komitmennya untuk melanjutkan capaian pemerintahan sebelumnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Sinjai adalah daerah yang pertama kali menginisiasi seragam sekolah gratis dan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang kemudian diadopsi oleh banyak daerah lain di Indonesia.

“Saya tidak boleh mundur dari capaian yang sudah ada. Saya tinggal meningkatkan,” tegasnya.

Di bidang kesehatan, Sinjai kini meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) bersama Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Program Jamkesda pun telah ditingkatkan menjadi “Jamkesda Plus” yang memungkinkan warga Sinjai berobat di rumah sakit luar kabupaten.

Untuk sektor ketahanan pangan, Ratnawati meluncurkan program inovatif yang mengintegrasikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna memastikan hasil pertanian lokal memiliki pasar yang jelas. Ia pun menjalin kerja sama lintas daerah dengan Kabupaten Bulukumba dalam pengembangan komoditas pertanian dan perikanan.

Kabar menggembirakan juga datang di bidang infrastruktur. Menjelang peringatan ulang tahun Kabupaten Sinjai, Ratnawati mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya Sinjai mendapatkan ruas jalan nasional di kawasan Buluk Poddo yang berbatasan dengan Kabupaten Bone, Sinjai Tengah, dan Kabupaten Gowa.

“Ini hadiah ulang tahun dari Bapak Presiden untuk rakyat Sinjai,” ujarnya bangga.

Menutup wawancara, Ratnawati menyampaikan pesan kepada insan pers di Hari Pers Nasional agar media tetap hadir mengawal masyarakat dengan berita yang akurat dan bebas dari hoaks. “Pers harus berjaya. No hoaks,” pungkasnya.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________