Kebakaran hutan dan lahan gambut bukan sekadar soal pohon yang hangus. Di balik asapnya tersimpan ancaman kesehatan bagi jutaan penduduk, kerusakan ekosistem yang butuh puluhan tahun untuk pulih, hingga dampak ekonomi yang tidak kecil bagi warga yang hidup dari hasil hutan dan pertanian.
Kalimantan Tengah, dengan hamparan gambut yang luas, selalu menjadi ladang bagi api yang sulit dijinakkan. Lahan gambut bisa terbakar hingga kedalaman beberapa meter, membuat pemadaman jauh lebih sulit dibandingkan kebakaran hutan biasa.
Pengerahan helikopter water bombing menjadi senjata andalan dari udara. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi cuaca dan luasnya area yang terbakar. Saat angin kencang bertiup dan api sudah menjalar ke mana-mana, bahkan bom air pun kerap tak berdaya.
Di sinilah pentingnya suplai air dari darat menjadi krusial. Pompa dan pipa yang dijanjikan Presiden bukan sekadar alat, melainkan urat nadi operasi pemadaman yang menentukan apakah api bisa dipadamkan sebelum menelan lebih banyak lahan.
Masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran, sudah hafal betul siklus tahunan ini. Sebagian pasrah, sebagian berharap kali ini pemerintah benar-benar menuntaskan masalah, bukan sekadar memadamkan api lalu kembali ke rutinitas seperti tahun-tahun sebelumnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.