Data dari Kementerian Kehutanan mencatat, luas karhutla di Kalimantan Tengah sepanjang 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 mencapai 7.634,46 hektare. Angka ini memang masih terbilang besar, namun tercatat lebih rendah dibandingkan sejumlah tahun sebelumnya.
Pemerintah mengklaim penurunan ini bukan kebetulan. Kesiapsiagaan yang terus diperkuat sejak awal tahun diklaim menjadi faktor penting yang menahan laju kebakaran agar tidak meledak lebih parah seperti yang pernah terjadi pada 2015 dan 2019.
Prabowo menyatakan optimisme bahwa karhutla kali ini bisa segera dikendalikan. Ia menegaskan pemerintah tidak akan setengah-setengah dalam menghadapi bencana tahunan yang sudah lama menghantui jutaan warga Kalimantan ini.
Namun ada nada peringatan keras yang turut meluncur dari mulut Presiden. Ia menyebut bahwa siapa pun yang terbukti sengaja membakar lahan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Pernyataan ini bukan pertama kali diucapkan, tapi pertanyaan lama tetap menggantung: seberapa serius penegakan hukum itu akan berjalan di lapangan?
Karhutla Kalimantan Tengah memang bukan cerita baru. Setiap tahun, saat kemarau datang, drama yang sama berulang: api muncul, asap mengepul, warga terbatuk, dan pejabat berdatangan ke posko. Yang berbeda kali ini, setidaknya menurut pemerintah, adalah respons yang lebih cepat dan terorganisir.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.