JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Muhammad Dzulhilmy Hafidzurrisqy tidak menyangka namanya akan dipanggil ke panggung utama Buperta Cibubur pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Pramuka Garuda asal SMP Negeri 7 Sinjai itu baru saja dinobatkan sebagai peraih followers terbanyak di aplikasi “Ayo Pramuka Kwarnas” — sebuah penghargaan bergengsi di tengah ribuan peserta Jambore Nasional XII 2026.

Dari total 2.670 followers yang berhasil ia kumpulkan, nama Dzulhilmy resmi mengungguli ribuan peserta lain dari seluruh penjuru Indonesia. Penghargaan Jamnas Award pun diserahkan langsung di atas panggung utama Cibubur, Jakarta Timur, disaksikan oleh para peserta, pembina, dan tamu undangan yang memadati arena.

Posisi kedua ditempati Kevin Febian Wurangian dari Kwarcab Kota Bitung, Kwarda Sulawesi Utara, dengan 1.607 followers. Sementara posisi ketiga jatuh kepada Aprilia S Sembiring dari Kwarcab Rokan Hulu, Kwarda Riau, yang mengumpulkan 1.239 followers. Ketiganya menjadi wajah semangat digital Pramuka Indonesia di era baru.

Aplikasi “Ayo Pramuka Kwarnas” sendiri merupakan platform resmi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dirancang untuk mempererat komunitas Pramuka secara digital. Di ajang Jamnas XII ini, kompetisi followers menjadi salah satu arena baru bagi para peserta untuk menunjukkan semangat dan keaktifan mereka melampaui batas tenda dan lapangan.

Dzulhilmy bukan nama baru di lingkungan Pramuka Sinjai. Ia adalah Pramuka Garuda yang dan ditempa di Gugus Depan SMP Negeri 7 Sinjai — salah satu gugus depan yang dikenal aktif di Kwartir Cabang Sinjai, Kwarda Sulawesi Selatan.

Lebih dari sekadar prestasi pribadi, pencapaian Dzulhilmy adalah cerminan dari sebuah tradisi keluarga. Ia lahir sebagai putra bungsu dari tiga bersaudara dalam keluarga besar Pramuka — buah hati dari Kak Roel Hamid dan Kak Sriani. Kedua kakaknya telah lebih dulu menorehkan jejak serupa, mewakili Kwarcab Sinjai di ajang regional hingga nasional.

Keluarga ini bisa disebut sebagai keluarga Pramuka dalam arti sesungguhnya. Bukan hanya karena anak-anaknya aktif berseragam coklat, tapi karena semangat itu tampaknya dari dalam rumah, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi Kwartir Cabang Sinjai, keberhasilan Dzulhilmy membawa pulang Jamnas Award adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Di tengah kontingen dari berbagai kabupaten dan kota besar, nama Sinjai kembali berhasil mengukir prestasi di panggung nasional.

Kontingen Kwarcab Sinjai sendiri datang ke Jamnas XII membawa harapan besar dari bumi Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengikuti kegiatan, melainkan untuk membuktikan bahwa Pramuka dari daerah pun mampu bersaing dan berprestasi di level tertinggi.

Jamnas XII yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur menjadi salah satu hajat terbesar Gerakan Pramuka Indonesia tahun ini. Ribuan peserta dari seluruh provinsi berkumpul, bukan hanya untuk berkemah dan berkegiatan, tetapi juga untuk saling mengukur diri — termasuk kini di ranah digital.

Fenomena kompetisi followers di aplikasi resmi Kwarnas ini mencerminkan transformasi Gerakan Pramuka yang semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi. Pramuka tidak lagi identik semata dengan tali temali dan morse — kini hadir pula dimensi digital yang menjadi arena ekspresi baru bagi anggota muda.

Penghargaan yang diterima Dzulhilmy di panggung Cibubur malam itu bukan sekadar trofi atau hadiah. Ini adalah pengakuan bahwa semangat ber-Pramuka bisa menyala di mana saja — di lapangan, di tenda, maupun di layar gawai.

Bagi sang penerima penghargaan, momen itu tentu tak akan mudah terlupakan. Seorang anak bungsu dari keluarga Pramuka di Sinjai, berdiri di panggung nasional, menerima tepuk tangan dari ribuan peserta Jamnas — sebuah perjalanan yang dimulai dari gugus depan kecil di SMP Negeri 7 Sinjai.

Kini, nama Muhammad Dzulhilmy Hafidzurrisqy tercatat dalam sejarah Jamnas XII sebagai pemegang followers terbanyak di aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas. Sebuah prestasi yang membuktikan bahwa semangat, konsistensi, dan dukungan keluarga adalah kombinasi yang tak terkalahkan — di mana pun dan dalam bentuk apa pun kompetisi itu digelar.

FAQ

Apa itu penghargaan Jamnas Award dalam kompetisi aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas?

Jamnas Award adalah penghargaan yang diberikan kepada peserta Jambore Nasional XII dengan pencapaian terbaik dalam kategori tertentu, salah satunya followers terbanyak di aplikasi resmi Kwartir Nasional, sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan keaktifan digital peserta.

Siapa Muhammad Dzulhilmy Hafidzurrisqy dan dari mana ia berasal?

Muhammad Dzulhilmy Hafidzurrisqy adalah Pramuka Garuda dari Gugus Depan SMP Negeri 7 Sinjai, Sulawesi Selatan, utusan Kwartir Cabang Sinjai yang berhasil meraih posisi pertama followers terbanyak di aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas dengan 2.670 followers pada Jamnas XII 2026.

Apa itu aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas dan mengapa kompetisi followers diadakan?

Ayo Pramuka Kwarnas adalah platform digital resmi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia yang bertujuan mempererat komunitas Pramuka secara daring. Kompetisi followers di Jamnas XII diadakan untuk mendorong partisipasi aktif peserta di ranah digital sebagai bagian dari transformasi modern Gerakan Pramuka.



Follow Widget