Dampaknya langsung dirasakan di lapangan. Biaya produksi petani diperkirakan turun hingga ratusan ribu rupiah per hektare per musim. Lebih dari 16 juta petani mendapat akses yang lebih luas terhadap pupuk bersubsidi, sekaligus terlindungi dari risiko kelangkaan akibat distribusi yang tidak merata.

Di sisi hilir, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Angka ini dirancang agar petani tidak hanya sekadar impas setelah berproduksi, tetapi tetap membukukan keuntungan meski harga global bergejolak.

Pendekatan dua sisi inilah yang menjadi ciri khas kebijakan pertanian Prabowo: menekan biaya di hulu lewat subsidi dan deregulasi, sekaligus menjamin pendapatan di hilir lewat kepastian harga gabah. Bukan tambal sulam, melainkan kebijakan struktural yang menyentuh seluruh rantai produksi.

Amran juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi terkuat dalam sejarah. Cadangan beras pemerintah telah melampaui 5 juta ton, angka tertinggi yang pernah dicatat. Capaian ini merupakan hasil dari serangkaian program produksi yang konsisten—mulai dari pompanisasi, perluasan areal tanam, hingga penguatan penyerapan gabah oleh Bulog.