“Presiden Prabowo sejak awal sudah melihat bahwa dunia menuju periode ketidakstabilan. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis, tetapi mengantisipasinya,” kata Amran, dikutip Senin, 4 Mei 2026.
Ketepatan antisipasi itulah yang kini membedakan Indonesia dari negara-negara tetangga. Ketergantungan pada satu jalur impor telah dikurangi secara bertahap, sehingga dampak dari dua pukulan sekaligus—penutupan Selat Hormuz dan pembatasan ekspor China—dapat diminimalkan. Pasokan pupuk untuk musim tanam 2026 tetap terjaga.
Pemerintah tidak berhenti pada soal harga. Melalui Instruksi Presiden, sebanyak 145 regulasi pupuk dipangkas sekaligus. Alur distribusi yang semula panjang dan berlapis kini dipercepat langsung dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia, kemudian langsung ke tangan petani.
Akses terhadap pupuk juga diperluas melalui sistem berbasis KTP dan penambahan kios hingga tingkat desa. Targetnya jelas: seluruh kecamatan sentra pangan dapat terjangkau sebelum musim tanam gadu 2026 dimulai. Pupuk harus tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat harga.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.