Prabowo juga menegaskan makna museum ini sebagai tonggak peringatan atas keberanian seorang perempuan muda yang berdiri di garis depan perjuangan kaum yang tak punya kuasa.
“Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang. Seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” kata Presiden.
Prabowo kemudian menandatangani prasasti sebagai penanda resmi dibukanya museum tersebut untuk publik. Momen itu sekaligus menutup rangkaian kunjungan yang sarat muatan simbolik — antara kepala negara, keluarga almarhum, dan warisan perjuangan yang kini memiliki tempat permanen untuk diingat.
Kehadiran museum ini juga diharapkan memberi dampak nyata bagi Kabupaten Nganjuk. Pemerintah berharap kompleks Museum Ibu Marsinah dapat berkembang menjadi destinasi wisata edukasi sejarah, menarik pengunjung dari berbagai daerah yang ingin memahami lebih dalam tentang gerakan buruh Indonesia dan perjalanan panjang perjuangan hak asasi manusia di negeri ini.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.