Marsinah adalah buruh PT Catur Putra Surya di Porong, Sidoarjo. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal menuntut kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja. Pada Mei 1993, ia ditemukan tewas dengan tanda-tanda penganiayaan berat. Kasusnya tak pernah benar-benar tuntas di meja pengadilan, namun namanya justru menjadi simbol perlawanan yang tak padam.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut kehadiran museum ini sebagai peristiwa yang ia nilai langka — bahkan dalam skala dunia.
“Ini adalah sekiranya mungkin peristiwa yang langka, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, mungkin pasti adalah. Tapi ini peristiwa langka,” ujar Presiden Prabowo di hadapan hadirin.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Museum yang secara khusus didedikasikan untuk mengenang perjuangan seorang buruh memang bukan hal yang jamak ditemukan, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Keberadaannya menjadi pernyataan simbolik yang kuat: bahwa negara mengakui perjuangan rakyat kecil layak diabadikan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.