JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis terhadap pemerintah tiba-tiba muncul di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/10/2026). Kehadiran mereka bukan tanpa alasan — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik anggota baru Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres hari ini.
Yang paling menyita perhatian adalah kedatangan Rocky Gerung. Filsuf dan aktivis yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengkritik keras pemerintah itu turun dari mobil dengan gesit — lalu berlari menghindari kerumuman wartawan yang sudah menunggunya di depan Istana.
Mengenakan jas lengkap, Rocky memilih bungkam saat para jurnalis berusaha mendekat dan menanyakan kabar keterlibatannya dalam pelantikan. Ia tidak memberi satu kata pun, langsung mempercepat langkah masuk ke dalam Istana.
Pemandangan ini langsung menjadi bahan perbincangan di kalangan jurnalis yang berjaga di Istana sejak pagi. Sosok Rocky Gerung selama ini begitu akrab dengan kamera dan mikrofon — namun hari ini ia justru memilih menjauh.
Tak hanya Rocky, aktivis Syahganda Nainggolan juga tercatat hadir dalam momen bersejarah ini. Kehadiran Syahganda — tokoh yang pernah tersandung kasus hukum di era sebelumnya — turut mengundang tanda tanya dan perhatian dari awak media yang hadir.
Wajah lain yang menarik perhatian adalah KH Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu tiba dengan tenang namun memilih sangat pelit bicara kepada wartawan. Ia hanya memberikan senyum tipis dan melangkah masuk tanpa banyak komentar.
Pelantikan Wantimpres ini menandai babak baru dalam susunan lingkaran penasihat Presiden Prabowo. Dewan Pertimbangan Presiden memiliki peran strategis sebagai lembaga yang memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala negara dalam menjalankan roda pemerintahan.
Komposisi Wantimpres yang baru ini memantik beragam spekulasi. Masuknya tokoh-tokoh yang selama ini berada di luar — bahkan berseberangan dengan — lingkaran kekuasaan menjadi sinyal yang dibaca publik dengan bermacam tafsir. Apakah ini langkah rekonsiliasi? Atau strategi politik jangka panjang Prabowo untuk memperluas basis dukungan?
Yang pasti, kehadiran Rocky Gerung di Istana hari ini menjadi ironi yang tidak kecil. Selama bertahun-tahun, ia menjadi suara keras yang kerap melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan dan tokoh-tokoh penguasa. Kini, ia justru berada di sisi dalam tembok Istana — meski enggan menjawab satu pertanyaan pun dari rekan-rekan jurnalis yang pernah ia jadikan panggung.
Dari pantauan di lapangan, suasana Istana Kepresidenan Jakarta pagi ini tampak lebih ramai dari biasanya. Para wartawan dari berbagai media nasional berjejal di area yang diizinkan, berusaha mengabadikan setiap momen kedatangan tokoh yang akan dilantik.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana mengenai daftar lengkap tokoh yang akan dilantik sebagai anggota Wantimpres. Namun kehadiran sejumlah nama besar tersebut sudah cukup membuat hari ini menjadi salah satu momen politik yang paling dinantikan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Pelantikan ini berlangsung di tengah dinamika politik nasional yang terus bergulir. Prabowo, yang baru menginjak tahun kedua kepemimpinannya, tampak mulai memperkuat struktur pendukung di sekitarnya dengan merangkul tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang — termasuk mereka yang dulu berdiri di barisan seberang.
Berikut daftar anggota Wantimpres:
1. Prof. Pratikno (ketua)
2. Hatta Rajasa (wakil ketua)
3. Shinta Nuriyah Wahid
4. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab
5. Bambang Soesatyo
6. Jenderal (Purn) Agum Gumelar
7. Jenderal (Purn) Budi Gunawan
8. Chairul Tanjung
9. Salim Segaf Aljufri
10. K.H. Anwar Iskandar
11. K.H. Said Aqil Siradj
12. K.H. Yahya Cholil Staquf
13. Philip Kuncoro Wijaya
14. Budi Tanuwibowo
15. Letjen (Purn) Ida Bagus Purwalaksana
16. Soekarwo
17. Jusuf Hamka
18. Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir
19. Yusuf Wanandi
20. Margarito
21. Rocky Gerung
22. Mohamad Hatta
23. Muhammad Qodari


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.