Summarize the post with AI
BOGOR, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di kediamannya di Hambalang, Bogor, Rabu, 22 April 2026. Pertemuan itu membahas dua agenda besar: rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan berfungsi sekaligus sebagai pusat pelatihan tim nasional, serta apresiasi pemerintah kepada para atlet berprestasi.
Erick menyampaikan bahwa ia telah melaporkan langsung kepada Presiden mengenai konsep pengembangan kawasan terpadu tersebut. Akademi yang direncanakan itu dirancang untuk menjangkau pembinaan atlet dari usia belia hingga level elite, dengan visi mencetak wakil Indonesia yang mampu bersaing di pentas olahraga dunia. “Ini adalah kawasan terpadu yang akan membina atlet sejak dini agar mampu menjadi duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan Indonesia di kancah internasional,” ujar Erick, dikutip dari akun Threads pribadinya.
Gagasan membangun pusat olahraga berskala besar ini bukan hal baru dari Prabowo. Desember tahun lalu, saat melepas kontingen Indonesia menuju SEA Games ke-33 di Thailand, Presiden sudah terang-terangan menyebut ambisinya mendirikan kompleks olahraga dengan lahan minimal 500 hektare. “Nggak ada pusat olahraga yang 5 hektare, 8 hektare, di situ nanti kita bangun state of the art,” kata Prabowo ketika itu.
Ia membayangkan sebuah ekosistem pembinaan jangka panjang yang merekrut bakat sejak usia delapan tahun, mendatangkan pelatih kelas dunia, dan mengirim atlet muda belajar ke berbagai penjuru dunia.
Di luar pembahasan akademi, pertemuan di Hambalang itu juga menjadi ajang penyampaian rasa terima kasih dari para atlet, pelatih, dan ofisial atas bonus yang diberikan pemerintah pascaperhelatan SEA Games 2025 dan ASEAN Para Games 2026.
Erick menambahkan bahwa perhatian pemerintah tidak berhenti pada insentif finansial semata. Para atlet turut mendapatkan program literasi keuangan agar mampu mengelola penghasilan mereka secara bertanggung jawab sebagai bekal kehidupan setelah pensiun dari dunia olahraga.
Menurut Erick, rangkaian kebijakan ini mencerminkan komitmen nyata Presiden terhadap kesejahteraan atlet, baik selama masa aktif berlaga maupun sesudahnya. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atas dukungan mereka terhadap pengembangan sektor olahraga nasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.