ANTARA, sebagai kantor berita nasional, disebut Benny memiliki tanggung jawab khusus dalam konteks ini. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menghadirkan informasi yang membantu masyarakat mengambil keputusan—baik keputusan personal maupun keputusan kolektif sebagai bagian dari komunitas.

Ini adalah visi yang menempatkan jurnalisme bukan sekadar sebagai industri konten, tetapi sebagai layanan publik dalam arti yang paling mendasar.

Peringatan World Press Freedom Day 2026 di Jakarta hari ini menjadi cermin dari kegelisahan sekaligus harapan yang masih hidup di kalangan insan pers Indonesia. Di satu sisi, disrupsi digital terus menggerus model bisnis media konvensional dan mempersulit monetisasi konten berkualitas. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang dapat dipercaya justru semakin tinggi.

Komaruddin dan Benny sama-sama mengarah pada satu kesimpulan: pers yang relevan di era ini bukan pers yang menolak perubahan, melainkan pers yang berevolusi tanpa kehilangan esensinya—akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab terhadap publik.