JAKARTA, PUNGGAWA NEWS – Di tengah riuh semangat ribuan Pramuka yang berkumpul dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026, suara lantang seorang perempuan pemimpin bergema menyulut semangat para peserta, khususnya Pramuka putri. Wakil Gubernur Lampung sekaligus Ketua Kwartir Daerah Pramuka Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan pesan yang bukan sekadar motivasi biasa, melainkan sebuah panggilan nyata untuk berani mengambil peran kepemimpinan.

Kegiatan Pimpinan Kontingen Jamnas XII 2026 menjadi panggung bagi Wagub Jihan untuk berbicara langsung kepada generasi muda Pramuka Lampung. Di sinilah ia menegaskan satu prinsip yang kerap terlupakan: kepemimpinan bukanlah hak eksklusif satu gender.

Pesan itu disampaikan bukan dengan retorika panjang, melainkan dengan kalimat yang sederhana namun menghujam. Kepemimpinan, kata Jihan, tidak lahir dari jenis kelamin seseorang. Ia lahir dari karakter, kompetensi, integritas, keberanian, dan kepedulian.

Jihan Nurlela paham betul bahwa posisinya sebagai Wakil Gubernur perempuan bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah cermin nyata bahwa perempuan memiliki tempat yang sah di ruang-ruang pengambilan keputusan. Dan Pramuka, menurutnya, adalah ladang pertama untuk menanam benih kepemimpinan itu.

Dalam gerakan Pramuka, nilai-nilai kepemimpinan tidak diajarkan lewat ceramah di balik meja. Ia dilatih melalui pengalaman nyata: belajar bekerja sama dalam tim, berani mengambil keputusan di lapangan, bertanggung jawab atas setiap tindakan, dan tidak gentar untuk mencoba hal baru.

Inilah yang membuat Pramuka berbeda dari ruang kelas biasa. Setiap kegiatan, setiap tugas, setiap tantangan yang dihadapi di jambore adalah simulasi kehidupan nyata. Dan di sinilah karakter sejati seorang pemimpin ditempa.

Kepada para Pramuka putri, Jihan Nurlela menyampaikan pesan yang lebih personal. Ia mengajak mereka untuk tidak menjadikan identitas sebagai perempuan sebagai batas dalam bermimpi dan mengambil peran. Terlalu lama narasi yang beredar membuat perempuan bertanya-tanya apakah mereka layak memimpin. Jihan ingin narasi itu dibalik.

“Yang terpenting bukan bertanya ‘apakah saya bisa?'” ungkap Jihan dalam pesan yang ia sampaikan kepada kontingen. Pertanyaan yang lebih tepat adalah memastikan diri sudah cukup belajar dan mempersiapkan diri untuk menjawab kesempatan yang datang.

Pesan ini terasa relevan di tengah kondisi bangsa yang tengah mendorong peningkatan keterwakilan perempuan di berbagai sektor. Data menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam kepemimpinan publik di Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Dalam konteks itulah suara seperti Jihan menjadi penting, terutama ketika disampaikan kepada generasi muda yang sedang membentuk identitas dan nilai-nilai mereka.

Jambore Nasional XII 2026 yang digelar di Buperta Cibubur bukan hanya ajang berkumpulnya puluhan ribu Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia. Ia adalah momentum pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Ribuan anak muda dengan seragam cokelat hijau itu adalah masa depan Indonesia yang sedang ditempa hari ini.

Kontingen Lampung yang hadir membawa lebih dari sekadar kebanggaan daerah. Mereka membawa semangat yang disulut oleh pemimpin mereka sendiri. Wagub Jihan tidak hanya bicara tentang kepemimpinan, ia menunjukkannya secara langsung dengan hadir, berinteraksi, dan menyapa para Pramuka muda itu dari dekat.

Di sinilah nilai kepemimpinan yang sesungguhnya. Bukan yang berdiri di atas podium dan memandang dari jauh. Melainkan yang turun, hadir, dan berbicara bukan sebagai atasan, tetapi sebagai sesama manusia yang pernah berjalan di jalan yang sama.

Wagub Jihan juga menyentuh dimensi yang lebih luas dari semangat Pramuka. Dari gerakan ini, para peserta belajar bukan hanya memimpin, tetapi juga berkolaborasi melalui ikatan persaudaraan yang dibangun lintas daerah dan latar belakang. Dan melalui semangat pengabdian, mereka belajar bahwa makna hidup sejati terletak pada seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Frasa “Lampung Maju” yang ia serukan bukan slogan kosong dalam acara seremonial. Itu adalah visi yang digantungkan pada pundak generasi muda yang kini sedang berlatih keras di bawah tenda-tenda Jamnas XII. Kemajuan suatu daerah, percaya Jihan, dimulai dari keberanian generasi mudanya untuk mengambil peran.

Pesan ini menutup lingkaran yang sempurna. Seorang perempuan yang kini menduduki posisi Wakil Gubernur dan memimpin organisasi kepanduan terbesar di Lampung, berdiri di hadapan ribuan Pramuka muda, dan berkata: “Saya sudah membuktikannya, sekarang giliranmu.”

Bagi para Pramuka putri Lampung yang menyimak pesan itu, harapannya sederhana namun kuat. Bahwa suatu hari nanti, dari antara mereka yang kini mengenakan seragam Pramuka di Cibubur, akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan yang memberi manfaat bagi banyak orang. Bukan karena mereka perempuan. Tetapi karena mereka sudah cukup belajar, cukup berani, dan cukup siap.

Dan itu dimulai dari sini. Dari Pramuka.

FAQ

Apa pesan utama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela kepada Pramuka putri di Jamnas XII 2026?

Jihan Nurlela menegaskan bahwa kepemimpinan tidak dibatasi oleh gender, melainkan lahir dari karakter, kompetensi, integritas, dan keberanian. Ia mendorong Pramuka putri untuk tidak ragu mengambil peran kepemimpinan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Apa itu Jambore Nasional XII 2026 dan di mana kegiatan ini berlangsung?

Jambore Nasional XII 2026 adalah ajang berkumpulnya Pramuka dari seluruh Indonesia yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Kegiatan ini menjadi momentum pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda Pramuka.

Apa hubungan antara gerakan Pramuka dan pembentukan pemimpin perempuan di Indonesia?

Gerakan Pramuka mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan secara langsung melalui pengalaman nyata di lapangan, bukan sekadar teori. Nilai-nilai seperti kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian mencoba menjadi fondasi kuat bagi siapa pun, termasuk perempuan, untuk menjadi pemimpin yang kompeten.



Follow Widget