Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, BANDUNG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan dalam dua hari terakhir, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor yang mencapai Rp26 miliar per hari, naik dari rata-rata sebelumnya Rp20-21 miliar.

Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya kesadaran membayar pajak. “Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah provinsi,” ujarnya saat meninjau Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, Senin (9/3/2026).

Transparansi Pengelolaan Keuangan

Dalam kunjungannya, Gubernur memberikan arahan agar pelaporan keuangan daerah lebih transparan dan informatif. Ia meminta agar Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) tidak hanya menyampaikan angka-angka, tetapi juga merinci penggunaan anggaran secara spesifik.

“Masyarakat berhak tahu ke mana uang pajak mereka digunakan. Sampaikan detail pembayaran proyek, pemenang tender, lokasi pembangunan, hingga nilai kontraknya,” tegas Gubernur kepada jajaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan Bapenda.

Posisi saldo kas RKUD Provinsi Jawa Barat per Senin sore mencapai Rp32,6 triliun, dengan total penerimaan hari itu sebesar Rp47,7 miliar.

Rincian Pendapatan dan Belanja

Data yang dirilis Bapenda Jabar menunjukkan komposisi penerimaan pada 9 Maret 2026 meliputi:

  • Pajak Kendaraan Bermotor: Rp26,36 miliar
  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor: Rp13,69 miliar
  • Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor: Rp4,63 miliar
  • Pajak Air Permukaan: Rp198 juta
  • Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan: Rp46,5 juta
  • Retribusi Daerah: Rp113,7 juta
  • Lain-lain PAD yang Sah: Rp2,72 miliar

Sementara pengeluaran mencapai Rp19,74 miliar, terdiri dari belanja pegawai Rp6,12 miliar, belanja barang dan jasa Rp10,41 miliar, serta belanja modal Rp3,19 miliar.

Keesokan harinya (10/3/2026), pendapatan kembali menunjukkan tren positif dengan total penerimaan Rp65,92 miliar, di mana pajak kendaraan bermotor menyumbang Rp23,67 miliar.

Komitmen Pembangunan Infrastruktur

Gubernur menegaskan bahwa peningkatan pendapatan akan dioptimalkan untuk pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Jawa Barat. Fokus utama meliputi pembangunan dan perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), drainase, CCTV, serta peningkatan layanan transportasi publik.

“Kami berkomitmen mengelola keuangan dengan baik dan membelanjakan untuk kepentingan publik. Pajak mengalir, jalan pun lebar,” ujar Gubernur dengan slogan yang kini menjadi tagline pembangunan Jabar.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan kinerja berbagai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan ketenagalistrikan agar tidak hanya sektor jalan dan PJU yang menonjol.

Strategi Komunikasi Publik

Dalam upaya meningkatkan transparansi, Bapenda Jabar kini rutin menyampaikan laporan pendapatan harian melalui media sosial. Penyampaian informasi yang lebih komunikatif dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

“Peningkatan pendapatan ini dicapai tanpa iklan berbayar, tanpa billboard, cukup dengan komunikasi langsung kepada masyarakat,” ungkap Gubernur.

Kepala Bapenda menyampaikan terima kasih kepada warga Jabar atas kontribusinya. “Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar kami. Partisipasi Anda dalam membayar pajak sangat berarti untuk pembangunan Jawa Barat,” katanya.

Dengan capaian ini, Pemprov Jabar optimistis target pendapatan tahun 2026 dapat terlampaui, yang selanjutnya akan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di seluruh wilayah Jawa Barat.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM