Paket sembako sebanyak 40 buah juga dibagikan secara merata. Masing-masing dari empat desa di Kecamatan Pulau Sembilan menerima 10 paket, memastikan tidak ada satu pun desa yang terlewat dari distribusi bantuan hari itu.

Bagi Bupati Ratnawati, kegiatan ini bukan seremoni biasa. Ia menegaskan bahwa kehadiran Baznas di tengah masyarakat kepulauan adalah bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan lembaga zakat bukan sekadar wacana.

“Kehadiran Baznas di tengah-tengah masyarakat Pulau Sembilan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan lembaga zakat hadir untuk memastikan tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal,” tegasnya di hadapan para penerima bantuan.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Masyarakat Pulau Sembilan menghadapi keterbatasan yang berlapis—mulai dari sulitnya akses air bersih, infrastruktur yang belum memadai, hingga pasar yang jauh dari jangkauan. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan membuat setiap intervensi pemerintah membutuhkan usaha ekstra untuk bisa sampai ke tangan yang tepat.

Karena itulah Pemerintah Kabupaten Sinjai, menurut Bupati Ratnawati, akan terus menggencarkan program intervensi yang menyasar akar masalah kemiskinan. Perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu prioritas, bersamaan dengan pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dirancang khusus untuk keluarga miskin.



Follow Widget