Dari pihak India, Duta Besar Shri Sandeep Chakravorty dan Duta Besar India untuk ASEAN Shri Srinivas Gotru turut menyertai delegasi Modi. Atase Pertahanan India untuk Indonesia, Captain Shiv Kumar, juga ikut hadir—sebuah sinyal kuat bahwa aspek pertahanan akan menjadi salah satu pilar pembahasan terpenting dalam kunjungan ini.

Kehadiran atase pertahanan dalam barisan penyambutan bukan tanpa makna. Di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang terus berubah, Indonesia dan India membutuhkan satu sama lain lebih dari sebelumnya. Kedua negara sama-sama menganut prinsip politik luar negeri yang independen—Indonesia dengan bebas aktifnya, India dengan strategic autonomy-nya—namun keduanya kini semakin menemukan titik temu dalam menyikapi tantangan keamanan regional.

Prosesi pengawalan pesawat Modi oleh jet tempur Indonesia pun bukan sekadar seremonial belaka. Itu adalah pesan—bahwa Indonesia memperlakukan kunjungan ini dengan tingkat prioritas tertinggi. Lima pesawat tempur yang terbang mengapit pesawat PM India adalah cara Jakarta berbicara dalam bahasa yang dipahami seluruh dunia: hormat, serius, dan siap bermitra sejajar.

Prabowo, yang dikenal dengan latar belakang militernya, memilih berdiri langsung di landasan pacu untuk menyambut Modi. Gestur ini bukan kebetulan. Itu adalah bahasa tubuh diplomatik yang tegas: Indonesia siap naik kelas dalam kemitraan strategis dengan India.

Tiga hari ke depan akan menjadi penentu. Seberapa jauh kedua negara mampu mengisi kemitraan strategis mereka dengan substansi nyata—bukan hanya kesepakatan di atas kertas, melainkan kolaborasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia dan India.



Follow Widget