Spektrum kerja sama yang akan dibahas pun sangat luas. Perdagangan dan investasi menjadi agenda utama, mengingat potensi ekonomi dua negara dengan total populasi hampir tiga miliar jiwa ini masih jauh dari optimal jika diukur dari volume transaksi bilateral yang ada saat ini.

Di bidang pertahanan dan keamanan maritim, kedua negara memiliki kepentingan yang selaras. Indonesia dan India sama-sama berbatasan dengan Samudra Hindia—jalur laut yang kian strategis di tengah persaingan geopolitik global. Kerja sama patroli maritim dan berbagi intelijen menjadi salah satu topik yang dinantikan dari pertemuan ini.

Sektor energi dan teknologi pun masuk dalam daftar pembahasan. India dikenal sebagai raksasa teknologi informasi global, sementara Indonesia tengah agresif membangun ekosistem digital nasional. Perpaduan keduanya membuka peluang yang menarik—mulai dari pengembangan infrastruktur digital hingga kolaborasi di sektor energi terbarukan.

Pendidikan dan pertukaran antarmasyarakat turut masuk agenda. Ribuan pelajar Indonesia pernah dan sedang menimba ilmu di India, khususnya di bidang kedokteran dan teknik. Sebaliknya, India melihat Indonesia sebagai pasar budaya dan pariwisata yang belum sepenuhnya tergali.

Turut hadir menyambut Modi di Halim adalah sejumlah pejabat tinggi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berdiri di barisan penyambutan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga hadir, menandai betapa seriusnya Indonesia dalam memaknai kunjungan ini.



Follow Widget