Puncak pertemuan diwarnai dengan penandatanganan 16 dokumen kerja sama. Cakupannya luas dan menyentuh sektor-sektor yang menjadi tulang punggung negara modern: teknologi dan layanan telekomunikasi, regulasi produk medis, eksplorasi antariksa untuk tujuan damai, penanggulangan bencana, serta mineral dan teknologi rantai pasok baja.

Tidak berhenti di situ. Kedua negara juga menyepakati kerja sama dalam pemanfaatan teknologi untuk penyelenggaraan pemilihan umum—sebuah area yang semakin relevan di era transformasi digital. Poin soal penanggulangan terorisme pun masuk dalam daftar, mencerminkan bahwa kerja sama keamanan menjadi fondasi penting dari kemitraan ini.

Di luar perjanjian teknis, ada sejumlah dokumen implementasi yang disepakati dengan bobot simbolis tak kalah besar. Dialog antarpenjaga pantai memperkuat kerja sama maritim antara dua negara kepulauan dan pesisir yang sama-sama memiliki kepentingan besar di Samudra Hindia. Kerja sama statistik resmi dan pengembangan tenaga kesehatan profesional menunjukkan bahwa hubungan kedua negara merambah hingga ke lapisan teknis dan sumber daya manusia.

Yang menarik perhatian banyak kalangan adalah kesepakatan Letter of Intent untuk konservasi dan pemugaran Kompleks Candi Prambanan. India, dengan tradisi panjang dalam pemeliharaan situs warisan dunia dan keahlian dalam arsitektur klasik Hindu-Buddha, dipandang sebagai mitra ideal untuk menjaga kelestarian salah satu mahkota budaya Nusantara itu.

Tak kalah menarik adalah kesepakatan kerja sama pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Indonesia tengah menjajaki opsi energi alternatif dalam roadmap transisi energinya, dan India—yang telah lebih jauh dalam pengembangan nuklir sipil—bisa menjadi mitra teknologi yang signifikan dalam perjalanan itu.



Follow Widget