Summarize the post with AI
“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah sama sekali tak ada makanan. Hari ini kami melihat seekor keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.”
Ali menangis. Ia pulang dan menceritakan semuanya kepada sang istri, yang pun ikut menangis. Tanpa pikir panjang, keduanya memasak makanan yang layak dan mengantarkannya ke rumah janda itu. Tak hanya itu, seluruh 350 dirham tabungan haji yang bertahun-tahun dikumpulkannya ia serahkan kepada janda tersebut.
“Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakanlah untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi.”
Mendengar cerita itu, Abdullah bin Al-Mubarak tidak kuasa menahan air matanya. Inilah rupanya amalan yang membuat Allah menerima ibadah haji seorang Ali bin Al-Muwaffaq, seorang tukang sol sepatu yang bahkan tidak pernah meninggalkan kotanya. Kisah ini menjadi pengingat abadi bahwa kemurahan hati kepada sesama, terutama ketika diri sendiri tengah dalam kebutuhan, adalah amal yang tidak pernah luput dari penglihatan Allah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.