Summarize the post with AI
MAKASSAR, PUNGGAWANEWS — Kementerian Pertahanan Amerika Serikat memperkirakan dibutuhkan waktu hingga enam bulan untuk membersihkan Selat Hormuz dari ranjau-ranjau yang ditanam Iran, sebuah kalkulasi yang membayangi prospek pemulihan pasokan energi dunia dalam waktu dekat.
Penilaian tersebut, sebagaimana dilaporkan Washington Post dan dikutip pada Kamis, 23 April, menegaskan bahwa selama operasi pembersihan berlangsung, harga minyak mentah dan gas alam cair di pasar global berpotensi terus merayap naik tanpa tanda-tanda penurunan yang berarti.
Ketegangan di jalur pelayaran strategis itu bermula sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Teheran pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, Iran mengencangkan cengkeramannya atas keamanan Selat Hormuz — koridor laut yang menjadi urat nadi bagi sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas alam cair dunia.
Dampaknya tidak main-main. Pemblokiran hampir total yang diberlakukan Iran atas jalur tersebut telah mengguncang rantai pasokan energi global, memperburuk tekanan inflasi, dan mengusik stabilitas perekonomian di berbagai penjuru dunia.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.